Posted by: nilna04 | October 29, 2009

Someday

Someday, someone’s gonna love me…

Someday, I’ll get a settle job

Someday, I’ll get a scholarship and study aboard

and then someday, I’ll get married with someone I love…

Yeah…

Someday…

And for today, me, a 22 years old (almost 23), single, stranded in my room with nothing to do, a jobsucker, and scholarship dreamer, and no boyfriend too…

Hahahaha…what is more pathetic than this? Someday seems really really far from me >.<

God, please show me the sign, I want to get out from this situation as soon as possible…huhuhuhuhuuu…

Negative aura is taking me over…$^#&^%&^@!

Posted by: nilna04 | October 26, 2009

Junghuhn, a great natural researcher of Java

Siapa Junghuhn?

Who is Junghuhn?

Wer ist Herr Junghuhn?

Pertanyaan di atas pasti terlontar oleh mereka yang tidak mengetahui sosok pria yang hidup pada tahun1809-1804 ini. Saya pun awalnya mengira Junghuhn adalah orang Korea dengan penulisan lama Jung-Hoon, bukan Junghuhn.  Itulah yang ada di benak saya ketika ditawari untuk menjadi panitia simposium peringatan 200 tahun Junghuhn. Lalu pikiran saya selanjutnya, waaah asiiik bisa ketemu orang Korea, mengingat biasanya kalau ada acara mengenang 100 tahun 200 tahun beginian pasti melibatkan orang-orang dari negara asal orang yang diperingati itu.

Namun pas lihat fotonya, ternyata jauh banget dari muka orang Asia Timur. Mukanya bule sekali, dan ternyata bukan Jung-Hoon, melainkan Junghuhn, dengan nama panjang Franz Wilhelm Junghuhn.

Franz Wilhelm Junghun (source: Wikipedia)

Franz Wilhelm Junghun (source: Wikipedia)

Seperti yang dilihat dari gambar di atas, sangat jauh sekali untuk digolongkan sebagai warga Korea, hahahahaa… Junghuhn merupakan blasteran Belanda-Jerman, dengan kewarganegaraan Jerman. Beliau lahir di Mansfeld. Putra sulung seorangan dokter dan pemangkas rambut. Awal tahun 1829, dia drop out dari sekolahnya dan sempat mencoba bunuh diri, yang konon katanya dipicu gara-gara bertengkar dengan ayahnya.

Namun setahun kemudian ia kembali kuliah di kedokteran Berlin. Karirnya diawali dengan menjadi serdadu di Aljazair. Namun ga lama setelah itu ia berhenti dan mengambil ujian kedokteran hingga diangkat menjadi Dokter Militer kelas III pada pasukan kolonial Belanda. Ada informasi bahwa ia memang berniat menjadi dokter militer supaya bisa ke negara-negara jajahan Belanda, termasuk Indonesia.

Bener aja, tahun 1835 Junghuhn tiba di Batavia. Selama masa tugasnya ia bekerja di Rumah Sakit Yogyakarta. Di samping tugasnya, Junghuhn yang memang menyukai alam menyempatkan diri untuk mengunjungi berbagai daerah di Jawa, sebut saja Rongkop, Imogiri, Prambanan, Salatiga, Magelang, dan Borobudur, semua pernah dikunjunginya.

Dengan dana yang terbatas, Junghuhn tetap menjelajahi Jawa yang saat itu masih penuh dengan hutan belantara. Ia pun menyusuri Pelabuhan Ratu, Priangan, Cirebon, serta meneliti gunung-gunung di Pulau Jawa seperti Patuha, Tangkuban Perahu, Papandayan, Galunggung, dan Ciremai. Hanya ada tiga gunung yang tidak sempat dijelajahi Junghuhn, selebihnya semua dijelajahinya.

Perjalanan Junghuhn bukan sekedar pelesiran atau piknik ya. Selama perjalanannnya ia mencatat dan menggambar semua keindahan alam, mulai dari hal-hal berbau botanis, hingga kontur gunung yang dijelajahinya. Karena tidak punya dana untuk membeli peralatan yang menunjang ekspedisinya, Junghuhn menggunakan peralatan seadanya. Sebagai contohnya untuk menggantikan barometer, ia menggunakan potongan bambu dan gelas kaca, tidak diketahui cairan yang digunakan Junghuhn, dan benda ‘barometer’ tersebut harus tetap dijaga agar cairannya senantiasa datar meskipun harus mendaki gunung-gunung terjal. Hebat ya semangatnya…

Dari hasil perjalanannya tersebut ia menghasilkan peta pulau Jawa yang sangat spesifik. Bahkan jika dibandingkan dengan foto NASA tahun 2007, tidak banyak perbedaannya. Peta tersebut sangat detail, mulai dari ketinggian gunung, kontur-konturnya hingga jumlah penduduk pada saat peta dibuat.  Tahun 1845, saat itu, daerah bernama Ujung Berung Kulon (sekarang di tempat itu berdirilah ITB) memiliki sensus 18.000 jiwa, sementara Banjaran 17.000 jiwa, dan Ujung Berung Wetan 12.000 jiwa. Kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta masing-masing dihuni oleh 100.000, 70.000, dan 59.000 jiwa. Selain peta, Junghuhn juga membuat diagram profil ketinggian Pulau Jawa, perbandingan antara gunung yang satu dan gunung lainnya begitu memukau, ia pun membuat perbandingan jika pulau jawa ditenggelamkan hingga 100.000 kaki ke dalam laut (notes: pada kedalaman 2000 kaki, Bandung akan menjadi kota pelabuhan).

Perjalanan Junghuhn tidak cuma di Pulau Jawa, ia pun akhirnya diangkat menjadi peneliti dan diberi tugas untuk ekspedisi di Sumatera Utara. Ia menghasilkan buku mengenai Tanah Batak.

Junghuhn diangkat menjadi anggota Komisi Alam pada tahun 1844. Tahun 1848-1855 Junghuhn kembali ke Eropa, tepatnya ke Belanda. Koleksi lengkapnya mengenai botanika, geologi, dan palaentologi ia jual ke Universitas. Ia lalu menganalisis gambar-gambar mengenai Jawa yang tujuh tahun kemudian lahirlah sebuah buku menganai Jawa dalam bahasa Belanda. 1850, Junghuhn menikah. Dua tahun kemudian ia kembali menelurkan buku dengan judul “Jawa, Sosoknya, Ragam Tanaman, dan Komposisi Internal” dalam bahasa Jerman.

1855, Junghuhn meninggalkan Benua Eropa untuk selama-lamanya.

Juni 1856, Junghuhn kembali ke Tatar Parahyangan, menjadi kepala budidaya Kina. Disinilah para Biologist mengenal Junghuhn bahwa ia seorang Botanist dan orang yang memperkenalkan, menanam, dan membudidayakan Kina, bahan baku untuk obat Malaria. Junghuhn lalu bermukim di Lembang pada tahun 1857 dan kemudian meninggal pada tanggal 24 April 1864. Sebelm ia menghembuskan napas terakhirnya, ia meminta kepada sahabat terbaiknya untuk membuka jendela supaya dia bisa menatap Tangkuban Perahu dan menghirup udara pegunungan yang bersih.

Perjalanan Junghuhn di atas ialah informasi yang sangat berharga yang saya dapatkan saat menjadi panitia Exhibition and Symposium of Franz Wilhelm Junghun, explorer of The Island of Java. Banyak hal yang saya ketahui, seperti sosok Junghuhn yang tidak hanya seorang Botanist, namun juga seorang Kartografis, Geologis, dan ahli Klimatologis. Junghuhn juga seorang pelukis alam yang hebat, ia selalu menggambarkan gunung-gunung yang didakinya tanpa melupakan detail-detail kecil. Hebatnya lagi ia tidak pernah mengenyam pendidikan tersebut di pendidikan formal, semuanya ia pelajari sendiri.

Tahukah kamu, semua informasi otentik milik Junghuhn mengenai Pulau Jawa dan Tanah Batak masih tersimpan rapi di Perpustakaan di Belanda?

Tahukah kamu, bahwa Junghuhn dengan susah payah membudidayakan Kina agar bermanfaat bagi penduduk Jawa, namun sekarang pabrik-pabrik Kina di Jawa Barat malah membeli Kina dari Afrika?

Tahukah kamu, cinta Junghuhn kepada Pulau Jawa sangatlah besar. Lalu kenapa kita yang sejak lahir, menghirup udara Jawa, menginjak tanah Jawa tidak begitu peduli dengan Pulau Jawa yang indah ini? Padahal Junghuhn menghabiskan separuh dari hidupnya untuk belajar mengenai daerah ini dan berharap ilmunya bisa digunakan untuk kehidupan orang banyak.

Junghuhn is a great man, really he is. Sadly, only few people know who is he. All his masterpieces about Java and Batak will disappear if we just sit silently and do not speak out loud that Junghuhn inherit precious knowledge to us.

Posted by: nilna04 | October 24, 2009

Nice Quote in The Morning

If anything fails, trust yourself

Pagi-pagi saya sudah nge-facebook, di tengah keterpurukan (halah…bahasanya) ada status teman saya, Tiara, yang menulis seperti ini.  Benar-benar membuat saya kembali berpikir. Selama ini saya gagal dalam banyak hal dan semua itu membuat saya jadi ga percaya diri. Tapi quote di atas menyadarkan saya, gimana saya mau sukses kalo ga bisa percaya dengan kemampuan saya sendiri? Saya saja ga percaya, gimana orang lain?

Well, thanks Ti, this quote is open up my mind in this nice morning. Trust myself that I can through the rain. There’s a rainbow after the rain ^^

Posted by: nilna04 | October 10, 2009

Natsu no Keiken (Pengalaman Musim Panas)

*back to Indonesian* :p

Ohohohoho…saya lagi kesambet jin rajin nulis blog, tiap hari bikin postingan baru. Alhamdulillah, ada juga sisi produktif saya. Wakakakaa… Oke, berhubung saya ga mau mikirin gimana tes BPOM besok, saya mau buat bagi-bagi cerita tentang Jepang, negara yg saya kunjungi tahun ini dalam rangka summer school…hehehe….

Saya dan keempat teman saya (Ree, Amel, Maru dan Peter) bertolak dari Indonesia pada tanggal 5 Juni 2009, dan sampai di Narita-Jepang keesokan harinya, 6 Juni 2009. Kami dijemput oleh Yamaguchi-Sensei, sang kepala sekolah yang luar biasa baiknya dan kalau kecewa suka memasang raut muka ingin menangis.

Sesaat setelah mendarat dan lolos proses keimigrasian

Sesaat setelah mendarat dan lolos proses keimigrasian

Dari pihak sekolah, kami diberikan akomodasi berupa tempat tinggal di asrama sekolah di kota Funabashi. Judulnya sih asrama, tapi bentuknya apartemen seperti yang ada di dorama-dorama Jepang. Untuk wanita, asramanya di lt.7 , sedangkan untuk pria di lt.5. Saya sekamar dengan Ree, Amel, dan Maru, serta seorang pelajar wanita dari Rusia yang juga senpai (kakak kelas) kami, Olga-san.

kamar 503, kasur saya yang paling kanan atas, tempat paling panas kalo malam-malam. hahaha

kamar 503, kasur saya yang paling kanan atas, tempat paling panas kalo malam-malam. hahaha

jalanan di depan dorm, bersiiiih...

jalanan di depan dorm, bersiiiih...

Sekolah kami bukan di Funabashi, melainkan di kota bernama Moto Yawata. Biasanya kalau pergi sekolah kami naik kereta JR (Japan Railway), dari Funabashi ke Moto Yawata ngelewatin dua stasiun, dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit.

Persimpangan Moto Yawata, jalan terus ke depan sampe deh di Stasiun Kereta Moto Yawata ^^

Persimpangan Moto Yawata, jalan terus ke depan sampe deh di Stasiun Kereta Moto Yawata ^^

poster di toko obat deket sekolah, suka bangeeet...Oguri Shun-nya ganteeeeng :p

poster di toko obat deket sekolah, suka bangeeet...Oguri Shun-nya ganteeeeng :p

Hari pertama di Jepang, kami langsung diboyong ke sekolah dan diberi test penempatan. Saya, Ree dan Maru dapat kelas B-1, sementara Peter dan Ameli di B-3. Sistem belajarnya serba ngebut, pertama kali belajar, saya sampai ga bisa menjawab semua pertanyaan, untung saja teman dari China yang ada duduk sebelah saya,  Sai-san dan Rika-san, ngebantuin saya dengan memberikan contekan. Hahahaha…

Ber-yukata bersama teman-teman cewek B-1

Ber-yukata bersama teman-teman cewek B-1

bersama Sai-san yang membantu menyuplai contekan dan memuji jilbab saya ^^

bersama Sai-san yang membantu menyuplai contekan dan memuji jilbab saya ^^

Selain belajar bahasa Jepang dan ber-yukata-ria seperti foto-foto diatas, kami juga kebudayaan Jepang lainnya, seperti Ikebana (merangkai bunga), Shuuji (kaligrafi Jepang), perayaan Tanabata (perayaan musim panas, saat dua kekasih yang terpisah bertemu kembali..hoooo…romantisnya…wekeke). Di perayaan Tanabata, ada kebiasaan untuk menulis permohonan di secarik kertas dan menggantungkannya di pohon bambu. Bagi saya, cuma sekedar buat lucu-lucuan aja, mengingatkan kalau kita harus selalu punya mimpi dan harapan. hehehe…

ohana punya saya, hasil belajar ikebana selama satu jam

ohana punya saya, hasil belajar ikebana selama satu jam

pameran hasil shuuji. Punya Peter diakui yang paling bagus ^^

pameran hasil shuuji. Punya Peter diakui yang paling bagus ^^

Oh ya, trus selama disana, kami juga menampilkan Tari Kipas pas acara bazaar musim panas, trus setelah selesai tampil menari, kami seragaman pakai batik (untuk Amel, dia pake Kebaya). Yaaay!!! Hidup Indonesia!!! Hidup kebudayaan Indonesia!!!!!

Ree, Maru, dan saya lagi beraksi di panggung mini. Ga bisa nari, tp langsung ditodong nari di negeri orang XD

Ree, Maru, dan saya lagi beraksi di panggung mini. Ga bisa nari, tp langsung ditodong nari di negeri orang XD

peragaan busana Indonesia...hehehe

peragaan busana Indonesia...hehehe

Setiap weekend kami pasti jalan-jalan. Hahahaa, nasib tinggal di dekat Tokyo, banyak tempat wisata dan main-mainnya. Selain itu, ternyata di daerah Tokyo dan sekitarnya banyak anak Indonesia, dan beberapa di antaranya teman SMA dan kuliah saya. Hahahaa, Indonesia mulai menjajah Jepang :p Beberapa tempat yang kami kunjungi adalah Kuil Kaminari, Shibuya, Tokyo Tower, Akihabara, Harajuku, dan Odaiba. Selain itu adik kelas saya di kampus juga mengajak kami untuk menonton festival kembang api paling tua di Jepang yang dilaksanakan di sekitar sungai Sumida (tidak jauh dari tempat kami tinggal).

Akihabara at night

Akihabara at night

In front of Kaminari Otera (Lightning Temple)

In front of Kaminari Otera (Lightning Temple)

bersama teman-teman dari Indonesia, di Hachiko-Shibuya

bersama teman-teman dari Indonesia, di Hachiko-Shibuya

the gate of Takeshita Dori (my favourite spot in Harajuku!)

the gate of Takeshita Dori (my favourite spot in Harajuku!)

Sumidagawa no Hanabi, the oldest fireworks festival in Japan

Sumidagawa no Hanabi, the oldest fireworks festival in Japan

pemandangan dari Tokyo Tower

pemandangan dari Tokyo Tower

Gundam is coming to the town

Gundam is coming to the town

Selain tempat-tempat wisata di atas, kami juga ke Tokyo Disneyland dan Tokyo Disney Sea. Well, I prefer Tokyo Disney Sea than Tokyo Disneyland for its rides. But for carnaval things, Tokyo Disneyland is still the number one. So, I like both of them…hahahahaa…(what the?)

Group from our school, yaaay Tokyo Disneylaaaand!!!!!

Group from our school, yaaay Tokyo Disneylaaaand!!!!!

Tokyo Disneyland, last tourist spot before going back to Indonesia :p

Tokyo Disneyland, last tourist spot before going back to Indonesia :p

Yah, kira-kira foto-foto di atas cukup mewakili perjalanan saya Summer School… Maaf kalo foto-fotonya kebanyakan. Kalau mau cerita tentang pengalaman saya, bisa dilihat di notes saya di facebook ^^

last day with our roomate, Olga-san. Ah, also with our only Indonesian boys too...haghaghag..

last day with our roomate, Olga-san. Ah, also with our only Indonesian boys too...haghaghag..

Posted by: nilna04 | October 8, 2009

Intersection

Adek jaga kesehatan yah. Jagain papa ama mama yah. Gantiin abang disana. Liatin papa, papa dah tua. Kalo ada apa-apa, bilang abang yah. Jangan tutup-tutupin. Oke, dek?

Finally, this time has came to me. The time when I must choose one of two things, dream or reality. Since I was a middle school student, I have a dream that one day I will study in Japan. And then, that one day has came in front of me, I’ve got a chance to study in Japan. But, when dream greet you so friendly, I must face reality that I must look after my parents. My brother is in Germany now, if I take the opportunity to go to Japan, then my mom and dad will left alone, with no children in their home.

I can close my eyes, my ears, and go to chase my dream. I can be so extremely selfish and left my parents here. But, a half of me can’t do that.  I’m the only one daughter in family. If a son has a must to get a job, and lead a family, then a daughter has a job to look after their parent, right?

People from my prospected University already asked me when will I go to Japan. And the International office right now is working for my eligibility letter to apply visa.  On the other hand, my mom pursues me to take master in ITB and then after chatted with my brother, he said the words above.  So, I’m in a big dillemma, and I’m confused.

>.<

Posted by: nilna04 | October 7, 2009

Protected: Him…

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Posted by: nilna04 | August 11, 2009

Yaaay!!! It’s Ramadhan!!!!

Hey! Never updated my blog, it’s really really gloomy here >.< Well, then I’ll try to make it brighter than yesterday. Yosh!! Ganbareeeee!!!

Just got back from Japan. It was a great great time in there, except a little problem that once made me soooo maaad there. But, the rest of it was GREAT!!! I will back to Japan again, as a graduate student!!!! Zettai!!!!

Ok, I’m not gonna talk about Japan and what I’ve done there. Why? Because, it’s almost Ramadhan!!!! The very very joyful month for us, Moslem people ^^

Yes, in this mid August all the moslem will celebrate the coming of Holy Month, Ramadhan. Of course, as a moslem I am really really looking forward for Ramadhan. Hopefully, this is a list that I would like to do in the Ramadhan:

1. Doing Taraweh in Masjid (I prefer to say Masjid than Mosque, sorry…)

2. Khatam Al-Qur’an. Amiiiiiin~

3. Reducing the fanfiction writing activity and doing more Kanji exercise! Yeah! Let’s mastering 300 or more Kanji ^^

4. Learning how to cook!!!!!

5. Doing some social activities.

6. Clean up my room!!! hahahahahaaaa…the thing that really really hard for me to do…(are you a girl, Nilna?)

7. Ah, I almost forget…of course, be active for the scholarship and looking for internship job in Bandung.

Well, hopefully I can fullfil all the wishes above. Well, happy Ramadhan, guys! Let’s cherish all the time in Ramadhan, and hopefully all of us can be a better person. Also,  please forgive me if I did something that not good for you. Humbly I ask for your forgiveness. Happy fasting!! Marhaban ya Ramadhan!!!

Posted by: nilna04 | February 23, 2009

Right now In Jakarta

Today is my 10th day of my internship in ministry of environmental. Yes, starting from second week of this month, I have a thing to do: working as intern in this goverment’s company with its head having a car RI 37.

Actually, it’s my first time to have responsibilty in working area. In 2006, I worked in Chevron too, but its only a job training for one month and I had a scope of work that didn’t involve directly with their working area. I mean, I have my own subject to discuss that only evaluating what they have been done. Not follow their overall works.

But, today, in this 6th floor of Otorita Batam, under deputy assistant of Standarization, Technology and Clean Production, division of Clean Production, in front of Mr. Nelson computer which I borrowed it temporarily, I have my duty that involved directly with this assistant deputy’s system.

Even it is only a small thing to do, but I know, if I don’t do it properly, the impact for my division is great. Therefore, like or dislike I must do that job. And also, I have big responsibilty to show them if a little intern like me, who only have such a small experience of working can show the best performance. Hohohohohohohoooo…

And now, It is Monday, first day of the week and all of my boss have a duty in Semarang. So, now I’m sitting in my chair, enjoying this time with no boss for writing this blog that never updated ^^

Posted by: nilna04 | February 3, 2009

So what??!!!! –catatan di saat emosi–

Sudah lama ga ngisi blog… Dan sekarang saya lagi sedih… Jadi inget karangan bahasa jepang saya kmrn judulnya: Kanashii toki, ichiban shitai koto (jika sedih apa yang paling ingin kamu lakukan) Dan saya menjawab: story wo kakimasu, atashi wa story wo kaku koto ga hontou ni daisuki ^^ (menulis cerita, saya paling suka menulis cerita)

Hahahaa…cerita bisa macam2 kan? Bisa cerita diri sendiri, bisa orang lain, bisa cerita komedi, romantis, atau scince-fiction.

Nah, kali ini saya mau cerita apa yang menyebabkan saya sedih, sehingga jadi inget nulis blog ketauan kalo ga sedih, ga nulis blog ^^

Pertama: saya belum dapat kerja. Susah ya nyari kerja ternyata. Hohohoho…ditambah lagi resesi gila2an begini. Wong yang udah kerja aja dirumahkan, palagi yang mau nyari kerja. Tapi yang bikin bete ada suatu waktu teman2 lulus ke tahap berikutnya, trus saya enggak. Sumpah, pas sampai rumah saya nangis gila-gilaan. Yah, tapi bukan saya namanya kalau ga ngeliat positifnya (narsis mode: on). Oh, mungkin bukan rejeki saya disitu, mungkin rejeki saya S2 ke Jepang. Amiiiiin~

Nah bicara S2 ke Jepang, hal ini yang ngebuat saya jadi sedih juga. Soalnya, orang-orang pada ngeraguin saya bisa kesana, termasuk keluarga. Terlebih lagi karena saya lagi ngefans sama cowok2 jepang *tunjuk2 banner*, saya divonis pengen ke Jepang cuma mau ngeliat mereka. Haaaaaaaaaaaaaaah…, sumpah sedih banget dibilang begitu. Sedangkal itukah saya??? Yah, jujur aja sih, emang saya pengen nonton konser mereka. Tapi ga cuma itu kok alasan saya ke Jepang. Saya juga pengen belajar disana. Saya pengen belajar pengolahan limbah minyak bumi kayak dosen saya di ITB. Saya pengen kayak beliau. Trus saya juga pengen belajar marine biology di Okinawa, saya suka sama budaya mereka dan pengen tau lebih banyak, saya juga pengen bisa belajar bahasa jepang, saya pengen liat bunga sakura mekar, saya pengen main ski, saya juga pengen nyoba arubaito disana, saya pengen punya temen2 dari luar negeri. See? Ga cuma itu kan alasan saya ke Jepang. 

Tolong, buat orang2 yang mikir kalo dunia saya cuma cowok2 jepang di banner blog saya. Anda salah besar!! Benar2 salah besar!!! Tapi terserah kalian mau bilang saya apa. Saya ga akan peduli. Saya akan mendapatkan kebahagian dengan usaha saya sendiri. Then I’ll prove to you, I can do it!!!

Ah, jadi emosi gini…

Sudahlah…, aku ya aku, kamu ya kamu.

Oh ya, saya juga mau ngucapin makasih buat temen2 yang udah nyupport saya. Memberikan semangat kalau saya bisa kesana. Thank you, friends!!!

Posted by: nilna04 | December 18, 2008

22

Yeeeeey!!! Akhirnya jam di kamar sudah menunjukkan pukul 00.00, berarti sekarang sudah tanggal 19 Desember 2008. Walaupun saya dilahirkan 22 tahun yang lalu pada pukul 20.00 WIB, tetap saja, saya selalu excited saat tanggal 18 Desember berganti menjadi 19 Desember.

Untuk ulang tahun kali ini, agak sedikit unik. Ini pertama kalinya saya sendirian di rumah. Ga sendiri-sendiri banget sih, ada Bu Een, tapi ulang tahun sebelumnya selalu ada keluarga atau teman di rumah yang biasanya tepat pukul 00.00 akan ngerusuh di kamar saya. Tapi enggak untuk malam ini, saya sendirian aja di kamar. Papa mama lagi ke Jakarta, abang juga kan besok kerja, jadi dia masih di Jakarta. Jadi, ini pertama kalinya saya ulang tahun sendirian. Pertama kali bete juga sih, tapi itung2 latihan kalo nanti saya beasiswa ke Jepang. Saya bakalan ngerayain ulang tahun sendirian. Hahahahaaaaa…

Anyway, rasa sepi itu terobati juga kok. Soalnya tadi mama barusan nelpon dan beliau bernyanyi Happy Birthday. Ada nenek, tante, dan oom juga yang ngucapin selamat ulang tahun. Haaaaa… Senangnyaaaaaaa….

Setahun sudah terlewati, sejak 19 Desember 2007. Ada banyak kenangan selama itu. Mulai dari perjuangan TA, perjuangan skripsi, wisuda, pertama kali wawancara kerja, pertama kali belajar bahasa jepang, siaware, sampai kisah2 lainnya. Semua berlalu begitu cepat. Apa yang sudah terjadi selama satu tahun kebelakang akan selalu saya kenang. Dan sekarang waktunya membuka lembaran di umur ke 22.

^_^

Older Posts »

Categories